Cerita Skripsi

Aku belajar banyak hal dikampus... 

Terutama saat masa skripsi. Ketika sudah sangat mendekati deadline dan ternyata inti isi skripsiku, Bab 4 bagian pembahasan, hampir salah semua. Intinya adalah aku kurang spesifik dalam menjelaskan poin2 analisis ku dan meletakkannya di sub-bab2 tertentu. Sedangkan yg sudah ku kerjakan terlalu general dan sub bab nya juga terlalu sedikit. Sehingga agak random.

Singkat cerita dosen pembimbingku sedang ngurusin persiapannya buat S3 di Belanda. Dalam 1 semester kita punya sekitar 4 bulan. 1 bulan pertama (masih) berlalu dengan mudah saat aku mulai mengerkjakan bab 1 meski hanya bertatap muka 2 kali. Dua bulan berikutnya aku sama sekali ngga ada kesempatan untuk konsulatasi dengan dosenku karna beliau sangat sibuk. Aku minta dosen lain untuk bantu ngoreksi bab 1-3 ku. 
Ditambah, di bulan ketiga aku dapat kesempatan Student Exchange ke Thailand selama 3 minggu. Di bulan ke empat pertengahan, barulah aku bisa konsultasi dengan dosenku dan ternyataaaaaaaa.... bab 4 ku zonk. Harus dirombak. titik. setelah itu dosenku menghilang lagi sampai 3 hari sebelum deadline pengumpulan berkas.

Di waktu yg begitu mepet, aku benar2 ngga yakin akan bisa menyelesaikan skripsiku atau engga dan ikut sidang di pertengahan januari 2017. Kira2 H-10 hari an waktu yg tersisa. 3 hari berlalu kuhabiskan dengan menangis dan bingung campur aduk. Aku bertanya pada beberapa teman dekatku yang benar-benar tau aku dan mengenal diriku saat itu, "apakah aku bisa menyelesaikan skripsi ini tepat waktu atau tidak?", apparently most of them said no. Yes they said no. The one and only yg yakin bahwa aku bisa, even myself yg juga ngga yakin, adalah dosen pembimbingku. Beliau juga yang meyakinkan aku berkali-kali kalo aku pasti bisa.

Dengan keadaan diri yang remuk redam dan sudah bener2 hopeless, ku kumpulkan sisa2 semangat yg kupunya untuk kembali mengerjakan bab 4 skripsiku dari Nol dalam waktu 7 hari! 45 halaman untuk bab 4 yg sudah kukerjakan hangus. Dan aku harus benar2 memeras otak untuk kembali merajutnya dg bentuk yg lebih sempurna tentunya. 

Saat itu yg ada dalam pikiranku adalah,
"yasudah, akan ku coba lagi, kali ini apapun hasilnya yang penting aku sudah berjuang di titik2 terakhir seMAMPUku".
Dan ternyata benar, aku BISA, I did it!!! 

"Kamu bisa kok nduk, kamu selalu bisa!"
Semua memang butuh proses,
Dalam berproses memang ada jungkir baliknya.
Nikmati, lewati, Kamu Tumbuh!
Berhasil atau gagal, nothing to lose. Kamu tumbuh! Kamu sudah menjadi sosok yg lebih baik dr sebelumnya.

Aku yakin setiap mahasiswa punya ceritanya masing-masing dalam menghadapi momen skripsi, and for me, itu bener-bener nguras tenaga, emosi, dan biaya. Dijurusanku, disamping skripsi dengan aturan bahasa inggrisnya yang ketat dan topiknya yang challenging, kita juga harus berjuang banget untuk lulus ELPT dengan score minimal 550. 
Untuk yang kemampuan akademiknya biasa-biasa aja kaya aku, momen skripsi bener-bener nano-nano :")


Komentar