Lulus 3,5 Tahun ~ S.Hum

 Untuk mahasiswa yang level akademiknya pas-pasan seperti aku, percayalah, lulus 3,5 tahun itu nggak mudah.

Jadi udah lama banget pengen nulis pengalaman-pengalaman yang aku dapatkan dari dunia kampus, tapi nampaknya ada banyak rintangan: pertama karna ngga ada waktu (so(k) sibuk)) dan kedua karna males, iya males. Daaann akhirnya sempet juga. So, lets get started!

Awal masuk kuliah belum ada keinginan sebenernya untuk lulus cepet, lebih tepatnya nggak tau kalo ternyata “bisa kok s1 lulus cepet, dan 4 tahun bukan harga mati” pas tau kalo ada senior yang lulus 3,5 tahun. Jadi pas maba (mahasiswa baru) aku sama aja kayak mahasiswa lainnya yang masih lugu dan polos ((: , masih proses adaptasi, nyari teman bareng, dan mengenal lingkungan Surabaya. Ada keinginan buat lulus cepet baru pas semester 2 dan memang pas semester ini mulai banyak kesibukan baik di kampus atau luar kampus.

Aku mulai ikut berbagai organisasi dan resmi aktif jadi pengurus di BEM, SITUS (Jurnalistik), UKM MAPANZA (Penanganan dan pencegahan NAPZA dan HIV/AIDS), UKM Pramuka, dan UKM Penalaran. Yah kurang lebih itu. Memang, masa-masa awal masuk kampus biasanya kita masih giat-giatnya buat ikut berbagai macam organisasi, bisa karna rasa ingin tahu dan keinginan untuk aktualisasi dirinya masih kuat, dan menurutku alasan paling masuk akal adalah karna belum banyak tugas ((: tapi faktanya adalah lama kelamaan biasanya mulai banyak yang mrotoli (tidak aktif). Dan yes! Aku juga gitu, terutama di beberapa organisasi pas pertengahan semester 3 karna udah mulai banyak tugas. Jadi waktu itu dengan padatnya jam tayangku :p, aku putuskan buat fokus di BEM aja. So, saranku buat para maba mending pilih beberapa organisasi aja yang kamu bener-bener passion dan minat didalamnya dan perhatikan lingkungannya baik/tidak, kalau nyaman lanjutkan! Karna tugas utama tetep belajar titik.

Disamping aktif organisasi, aku juga aktif ngajar les dan ikut berbagai kegiatan yang ditawarin kampus misalnya Study Excursie, Latihan kepemimpinan/ LKMMTD, TM, TL, dan seminar/workshop. Oiya, aku juga mulai bisnis online kecil-kecilan waktu kuliah. Intinya, semester 1-5 bener-bener sangat ku manfaatin untuk aktualisasi diri. Aku sendiri, bukan mahasiswa yang sangat akademik oriented yang rajin belajar dan bercita-cita untuk mendapat IPK tinggi terus. Sebaliknya, aku nggak begitu mempermasalahkan nilai atau ipk. Selama aku paham dan aku ngerjain semua tugas sebisaku dengan maksimal, selebihnya hasil kuserhakan pada yang di Atas (:

Faktanya, aku juga pernah : ngulang satu mata kuliah, dapet nilai C sekali, bolos ngga masuk kelas 1 atau 2 kali yah?, dan meniru pekerjaan teman sedikit kali kwkwk (read: nyontek). Tapi, aku berani jamin aku nggak pernah ngerpek (read: membawa catatan secara illegal) pas ujian, ini serius.

Sebenernya nggak ada trik khusus dari aku untuk bisa lulus lebih cepet 3,5 tahun, aku yakin aku belajar dan teman-temanku pun belajar, aku ngerjain tugas mereka juga, aku makan nasi mereka juga, aku pernah bolos kelas  mereka juga :p. well, mungkin salah satunya yang membedakan adalah STRATEGI. Karna aku mengenal diriku sendiri dengan sangat baik dan aku tau aku bukan orang yang sangat jenius, yah ngga pinter tapi juga nggak bodoh2 amat hehe. But, here are some tips:


  • Selalu pertahankan ipk diatas 3,00. Ini bener-bener wajib kalo bener2 ingin lulus cepet. Karna IPK berpengaruh pada SKS yang kita ambil, so to make it possible usahakan bisa ngambil 24 sks penuh di tiap semester.
  • Analisa SKS dan tipe Mata kuliah sebelum memasuki semester baru. Sudah berapa SKS yang ditempuh? Untuk menuju standar kelulusan butuh berapa SKS lagi? Pilah-pilah mata kuliah yang benar-benar penting dan bermanfaat buat skripsi dan yang enggak. Kalau bisa dan memungkinkan, ambil mata kuliah semester atas yang sifatnya “wajib” sedari dini. Kalau di jurusanku Sastra Inggris, keuntungannya adalah bisa memilih dosen yang “bagus” karna ada sistem paket untuk matkul tertentu. Setelah memilih matkul untuk semester baru, konsultasikan dengan dosen wali apakah matkul tersebut boleh/tidak diambil dan kita mampu atau tidak mengambilnya di semester ini. 
  • Usahakan, hindari pengulangan mata kuliah. Bukan harga mati sih, karna ada banyak faktor yang menyebabkan ngulang misalnya dari dosennya atau kita sendiri yang kurang minat dengan matkul tersebut. tapi, akan lebih mudah kalau semua matkul terlalui dengan baik. tipsnya, beri porsi lebih untuk belajar matkul yang kurang kita kuasai. Jangan karna nggak suka, malah jadi malas mempelajarinya, boro2 megang bukunya dilirik aja enggak kwkwk. misalnya, aku sendiri  kurang mampu di matkul literature/sastra, tapi aku bagus di linguistic dan cultural studies/kajian budaya. So, aku belajar lebih giat di sastra termasuk analisa puisi, belajar drama, dll dan tetep meningkatkan nilai ku di linguistic dan CS. 
  • Deketin dosen, minimal satu. Kebetulan, dosen waliku baiknya masyaAllah. Jadi dari awal beliau sering aku repotin terutama buat bikin letter of reference untuk keperluan konferensi atau student exchange. Dan pas akhir-akhir semester kembali tak repotin lagi buat bantuin Thesis Writing Design (read: proposal skripsi) dan skripsiku. Karna sering ku repotin kita jadi sering komunikasi dan sharing, akhirnya beliau jadi mengenal aku dengan baik termasuk kapabilitas ku untuk lulus 3,5 tahun juga. Karna udah deket, beliau juga yang ngasih never ending-motivation selama aku ngerjain skripsi yang aku sendiri nggak yakin bisa selesai atau enggak.

Jadi, kira-kira itu tipsnya dari sudut pandangku, dan yang pasti balik ke masing-masing individu dan jurusan yang diambil. So far, aku udah dapet banyak banget nget nget hal termasuk mewujudkan impian-impianku selama dikampus. Intinya kudu tetep imbang antara belajar di dalam kelas dan belajar diluar kelas (read: berorganisasi). Karna the worst case nya adalah ada yang sangat tekun belajar dikelas sehingga lupa untuk belajar berorganisasi, dan ada yang sangat aktif berogranisasi tapi lupa belajar ilmu dikelas. Keduanya jadi syarat mutlak menurutku. Dengan belajar kita dapat ilmu yang bermanfaat, dan dengan berorganisasi kita dapat banyak pengalaman  dan mengasah soft skill dan relasi.

Oiya, aku juga mau bilang kalau lulus 3,5 tahun, 4 tahun, ataupun lebih  sebenarnya sama aja dan bener-bener nggak masalah. Karna setiap orang memiliki jalan hidupnya masing-masing. It depends on our life goals. lulus 3,5 tahun adalah bagian dari impianku dulu, so I try to make it possible. Jadi, apapun impian kita, wujudkan! Mungkin jalannya sulit, karna kalo ngga sulit itu nggak akan disebut impian, k’an?

Komentar